| Dua tahun silam, Yusuf adalah seseorang yang hidupnya tergantung suntikan… Selengkapnya » |
| "Terakhir cek darah tiga tahun lalu tensi saya 195/100 mmhg.… Selengkapnya » |
| "Selama setengah tahun saya menderita nyeri dan infeksi sendi… Selengkapnya » |
| "Sewaktu bangun tidur tiba-tiba kaki kanan saya sakit bila… Selengkapnya » |
| "Saya dua bulan yang lalu melakukan operasi pemasangan selang dari… Selengkapnya » |
Gus Dur Sang Guru Bangsa direnggut Komplikasi Diabetes
Sejak diberitakan bahwa Gus Dur kembali jatuh sakit akibat gula darahnya turun, saya sudah menduga-duga kemungkinan beliau mengalami Hypoglikemia (turunnya kadar gula darah). Apalagi dikabarkan beliau mengalami kelelahan fisik setelah melakukan berbagaia aktifitas beberapa hari sebelumnya.
Dimulai dengan glaukoma pada 24 tahun silam hingga kehilangan sebelah penglihatannya, kondisi Gus Dur terus digerogorti oleh the silent killer: DM atau Diabetes Melitus, yang sering juga disebut Kencing Manis. Komplikasi akibat DM ini juga menggangu fungsi jantung dan pembuluh darah yang mengakibatkan beliau stroke, hingga gangguan pada ginjalnya yang membuat Gus Dur harus rutin cuci darah.
Ganasnya Komplikasi Diabetes
Meskipun kondisinya dikabarkan sempat membaik, namun takdir Tuhan YME juga yang berlaku. Indonesia kembali harus kehilangan salah satu sosok terbaik di negeri ini. Mantan orang nomor satu di Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menghembuskan napasnya pada Rabu ini pukul 18.45 WIB akibat komplikasi di tubuhnya.
"Penyakit kencing manis itu yang menjadi faktor risiko utamanya sehingga menyebabkan komplikasi ke beberapa organ seperti jantung dan juga ginjal. Ditambah pula beliau sudah beberapa kali terkena stroke," ujar Dr. H. Aulia Sani, SpJP(K) FJCC FIHA, yang dulu pernah menangani Gus Dur ketika stroke, saat dihubungi detikhealth, Rabu (30/12/2009).
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi di berbagai organ tubuh. Kondisi Gus Dur yang kelelahan dan ditambah harus melakukan cuci darah 3 kali seminggu, tentu membuat kondisi fisiknya semakin lama semakin menurun.
"Harapan hidup bagi orang yang mengalami komplikasi seperti itu dimana sudah harus cuci darah, tubuhnya membengkak akibat ginjal yang tidak berfungsi dengan baik dan juga komplikasi di jantungnya memang sudah sangat kecil. Dan dokter biasanya sudah bisa melihat hal itu," tuturnya.
Selain itu kata Dr Aulia, sebelumnya Gus Dur juga sempat menjalani operasi akibat pecahnya pembuluh darah karena stroke. Menurut dokter yang dulu sempat memeriksa Gus Dur di RS Jantung Harapan Kita ini, Gus Dur adalah seorang yang memiliki semangat tinggi untuk sembuh dan termasuk orang yang rajin dalam menjalani pengobatan untuk penyakitnya.
Dr Aulia mengatakan orang yang memiliki diabetes juga cenderung mudah terkena infeksi. Jika kondisi tubuh sedang menurun ditambah dengan banyaknya kompliaksi yang diderita, maka dengan sendirinya sistem kekebalan tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik.
"Banyaknya komplikasi yang terjadi di tubuh bisa membuat seseorang sewaktu-waktu terkena serangan yang bisa berakibat fatal seperti kematian," ujar dokter berusia 64 tahun ini.
Penyakit diabetes sering disebut dengan silent killer. Penyakit ini tidak langsung menyebabkan kematian tapi komplikasi yang dihasilkan dari diabetes ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang hingga berakhir dengan kematian.
Komplikasi dari diabetes ini bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia. Mulai dari penyakit saraf, penyakit mata seperti glaukoma dan katarak, penyakit kardivaskular (jantung), penyakit ginjal, hipoglikemia, gangguan pencernaan, komplikasi di mulut seperti sering mengalami gigi copot, mudah infeksi, hingga ketoasidosis (darah menjadi asam).
Tanda-tanda seseorang terkena diabetes antara lain, sering buang air kecil, sering merasa haus, berat badan turun cepat, merasa lemah dan gampang kelelahan, sering kesemutan di kaki dan tangan, penglihatan kabur, kulit kering atau gatal, sering infeksi atau luka dan memar, yang membutuhkan penyembuhan dalam waktu lama.
Sumber: detikhealth |detikcom
Riwayat Penyakit Gus Dur
Riwayat penyakit Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur dimulai dengan glaukoma pada 24 tahun silam. Kondisi ini memang membuat keterbatasan fisik bagi cucu sang pendiri Nahdlatul Ulama itu. Riwayat penyakit pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940, itu dimulai sejak 1985. Ketika itu, Gus Dur mengalami gangguan di mata.
Berbagai keluhan juga mulai dirasakan, seperti muntah-muntah, mual berkali-kali, dan pusing yang cukup hebat. Sejak itulah, kemampuan penglihatan Gus Dur menurun drastis. Setelah memeriksakan mata ke dokter, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tiga periode (1984-1999) itu itu divonis terkena glaukoma. Sejumlah tindakan medis pun dilakukan untuk menyelamatkan penglihatannya, tapi mata kirinya tidak bisa diselamatkan karena urat syarafnya sudah telanjur rusak. Beruntung mata bagian kanan Gus Dur masih bisa diselamatkan. Hanya saja, sejak itu Gus Dur harus menjalani pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali.
Sekitar Februari 1997, kesehatan mantan Presiden Abdurrahman Wahid sempat agak mengkhawatirkan karena lengan kanannya terkena infeksi. Tangan kanan Gus Dur divonis terinfeksi. Tidak jelas terkena gigitan serangga atau luka tusukan lain meski akhirnya membaik.
Pada 2005, Gus Dur sudah harus melakukan cuci darah tiga kali seminggu karena fungsi ginjalnya tidak lagi bekerja sempurna. Kemudian, Maret 2006, ia masuk kembali ke RSCM dan rencananya akan melakukan operasi ginjal. Tapi, dari berbagai observasi dan hasil check up-nya, Gusdur tidak jadi melakukan operasi ginjal.
Pada 13 April 2009, Gus Dur kembali menjalani perawatan cuci darah di RSCM. Dan Juli 2009, Gus Dur mengalami penyakit alodonia, yaitu sakit dari saraf yang menyebabkan nyeri di seluruh badannya.
Selanjutnya, sejak 25 Desember 2009, mantan orang nomor satu di Indonesia itu kembali menjalani rawat inap di RSCM, Jakarta, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Jombang. Saat berada di Jombang untuk berziarah ke makam sejumlah tokoh lama NU, gula darah Gus Dur turun drastis [baca: Kesehatan Gus Dur Ambruk di Jombang].
Pada 26 Desember dilam, Gus Dur mengeluh giginya sakit. Namun, Ahad silam, Gus Dur sempat berkunjung ke Kantor PBNU dan kembali lagi ke RSCM. Mantan presiden itu akhirnya wafat Rabu ini, setelah didera komplikasi penyakit jantung, ginjal, dan gula darah.
Sumber: Blogger Indonesia
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang paling banyak merenggut nyawa manusia akibat efek komplikasinya yang mematikan.Oleh karena itu, untuk menjaga kadar gula darah anda tetap aman, selalu konsumsi SOMAN dengan rutin.**
SOMAN - SOLUSI PENCEGAHAN DAN PEMULIHAN DIABETES
**Segera order SOMAN di sini, BEBAS ONGKOS KIRIM ke seluruh wilayah Indonesia..!! (untuk pembelian minimal 5 botol)
